LIKA LIKU SOLO……

LIKA LIKU SOLO….

19 Juli 2014
Tanggal itu adalah tanggal dimana kuputuskan untuk melakukan kunjungan ke solo. Bukan hanya sekedar kunjungan tapi kunjungan dengan berbagai agenda penting.
Tepat pada hari jumat kumulai dengan agenda pertama piket sekolah. Piket satu hari selama libur sebulan. Piket dari jam 8 sampai jam 12.
Waktu menunjukan pukul 12 saatnya mengakhiri piket dan melanjutkan perjalanan ke solo. Ada beberapa agenda yang ingin aku selesaikan selama aku di solo. Aaakkkkkk, riweuh banget waktunya mepet. Gimana g mepet tengah hari bolong baru mulai berangkat -_-
Agenda pertama adalah bertemu icha( adik tingkat ED) untuk mengambil pesananan kue-kue lebaran. Kami janjian ketemu didepan kopassus kandang menjangan karena rumah icha didaerah kartosuro. Akkkkk perjalanan panjang dan ramai sekali jalanan, namun akhirnya terlewati juga. Dan sampailah kue lebaran ditangan. Hahay…..
Lanjut perjalanan aku mengikuti jejak icha melewati jalanan pedesaan untuk menghindari macet. Akhirnya setelah beberapa saat perjalanan sampailah saya ditempat ke-2 yaitu singosaren. Misinya adalah untuk berburu zenfone6 . sampai di singosaren, parker kemudian ke ATM dan lanjutlah dengan uterin tu singosaren buat nyari si zenfone6. Muter-muter dan Tanya Tanya kebeberapa counter namun hasilnya nihil. Kemudian ku putuskan buat nyebrang and melanjutkan perburuan ke erafone dan hasilnya masih sama saja 😥
Setelahnya kuputuskan untuk meninggalkan area itu bergegas menuju tempat parker. Mondar madir nyari reddish dan ternyata ada disamping tukang otak-otak. Sampe di depan motor dan tarraaaaaaaaaa…….dimana kunci saya???? Merogoh semua kocek dan membongkar seluruh tas dan smua bawang bawaang namun hasilnya masih tak ketemu. Akhirnya Tanya tukang parkir, namun hasilnya sama saja mereka juga tak tahu keberadaan kunciku. Akhirnya tukang parkir bilang “cari aja mb discounter yang tadi didatengin”. Well, dalam hati saya mbatin, “hello saya udah keliling singosaren dan berhenti di banyak conter. 😥 “ tapi sih yes tetap aja Cuma bias nyengir dan ngikutin saran si tukang parkir. Setelah muter2 menghampiri beberapa counter yang tadi didatengin akhirnya ketemu juga kuncinya…..Alhamdulillah 
Satu misi kelar dengan hasil nihil, akhirnya ku putuskan untuk lanjut perjalanan dengan menyoret beberapa agenda setelahnya. Dan memutuskan untuk menengok pak asrori sendiri mengingat waktu yang mepet dan malas “nten ntenan” karena menyita waktu…hehehee….selain itu agendanya adalah bertemu dengan nduk nia mau ngantar pesanan dan balikin cetakan coklat. Sebelum meluncur ke Al azhar syifa budi, kuputuskan ke Amanda dulu untuk beli tentengan saat menengok pak asrori. Hahay, sampai di Amanda dan membeli sekotak brownies. Setelahnya lanjut perjalanan ke ASB ketemu nia dan ngasih barang pesanan. Hahahihi sebentar dan langsung meluncur ke RS.
Setelah perjalanan beberapa saat sampailah saya di sebuah RS. Berbekal nama kamar dan no 12 saya beranikan diri untuk membesuk beliau sendiri. Sampai di RS, kemudian mencari temoat parkir dan taraaaaa,,,,parkirnya jauh di belakang sedangkan pintu masuk loby didepan(yaiyalah didepan naamnya aja lobby -_- ). Sampai di lobby mengamati sekitar mencari petunjuk kamar sekar jagad 12, tak satupun petunjuk kudapati dan akhirnya memilih bertanga dg petugas Frontdesk. Terjadilah percakapan kurang lagi ssperti ini dg petugas FD:
Q : “maaf mb adakah pasien dg nama M. ASrori?”
FD : “ alamatnya mb?”
Q : “Waduh kurang tahu saya”
FD : “ Masuknya tanggal berapa mb?”
Q : “Beberapa hari yang lalu mb” (jawab sedapetnya aja karena emng g tahu -_- )
FD : “Sakitnya apa?”
Q : “Patah tulang bahu” (mantap jawabnya)
FD : “Di Rumah sakit mana mb?”
Q : (mbatin dalam hati pertanyaan macam apa ini, masak malah ditanya RSnya)
“RS Orthopedi mb”
FD : (dg senyum si mbak FD jawab) “ Maaf mb ni RS Islam Yarsis, RS Orthopedi ada disebelah timur setelah RS ini mb”
Q : “@^**&^%$#$%^&” (Cuma bias cengar cengir doang)

Kemudian ku berbalik dan berjalan gontai dengan wajah tertunduk malu keluar dari lobby dan menuju parkiran yang jauh. Kemudian menuju RS Orthopedi. Sampai di sana Alhamdulillah parkiranya dekat dengan lobby. Setelah parkir, aku menuju lobby dan taraaaaaaaaa…ternyata sudah ada mb angest dan mb tetes disana. Aku bilang mau nengok sekarang mereka mau bareng apa g. akhirnya kami bertiga sepakat untuk bersama. Nyari petunjuk kamar sekar jagad, kemudian Tanya ke pak satpam, katanya kamar sekar jagad ada di lantai dua tapi gedung yang lain…..(aaaaaaaaaaaakkkkkkkkkk,,,,rasanya pengen teriak  udah capek n lemas)
Kemudian kami menuju gedung yang dimaksud sesuai dengan arahan pak satpma. Sampai pada lobby gedung dan Alhamdulillah ada lift 😀 . kami bertiga dengan semangat naik lift ke lantai 2, dan menemukan bahwasanya satu lantai tersebut adalah kamar2 sekar jagad. Kami samperin tuh kamar no 12. Sampai didepan pintunya bingung sendri liat papan pasien ndak ada tulisanya apapun. Takut salah kamar kami Tanya dlu ke FD.
Q : “Pak itu benar kamar sekar jagad no 12” (sambil menunjuk salah satu kamar)
FD : “Iya mb, mau nengok Siapa?”
Q : “Pasien atas nama M. ASrori pak”
FD : “Wah baru saja pulang mb tadi siang, itu bapaknya yng disana juga kecelek.”
(sembari menunjuk sepasang bapak ibu yang duduk di sofa)
Q : “@#$%^&*^%$#@” #speechless. “terima kasih pak”

Kami bertiga akhirnya duduk bersama di sofa dengan muka cengoh. Udah capek lemas banget.aakkkkkk rasanya sudah taka da daya lagi. Kemudian saat kami sedang cengoh cengohnya salah satu ibu front desk nyamperin kami dan ngasih secarik kertas berisi alamat pak asrori. Ternyata dekat dri RS. Kemudian kami berjalan meninggalkan RS dan menuju alamat yang tertera….kuserahkan navigasi pada mb angest and mb tetes karena mereka asli solo. Setelah muter muter bebarapa saat akhirnya ketemu juga rumah beliau. Disana kami mengobrol sebentar kemudian berpamitan karena teman tman kami yang lain datang (maksudnya gentian biar bliau g kerepotan menyiapakan tempat).
Perjalanan kembali kulanjutkan…perjalanan pulang. Dan mendadak sampe kartosuro teringat kalo cetakan coklat nduk nia ada di jok…………dan saya LUPUT!!!aaaakkkkkkkkk…sdah ndak kuat balik ke solo jdi saya tetap lanjut pulang. DAN BERUNTUNG cetakanya blm akan dipake dlam waktu dekat….

Heeeeeeeeeee….ini kisah mana kisahmu? 😀

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Passion….

“Passion”, sata kata simple namun hingga saat ini aku masih belum mampu menemukannya. Passion harusnya jadi akar utama seseorang memilih serta melakukan sesuatu dalam hidupnya. Namun, hingga saat ini aku tak mampu meraba apalagi menemukan sebenarnya apa passionku. Hingga saat ini apa yang aku lakukan hanya sekedar menjalani mungkin belum sampai pada esensi memahami, memahami apa yang benar-benar aku inginkan dalam hidup. Terlebih terkait dengan masa depan. Padahal udah diumur segini yang mungkin sudah sepertiga bagian dari kehidupanku (Cuma asumsi, tidak benar2 tahu akan seberapa lama aku akan hidup) masih saja tidak tahu akan berjalan kemana.
Kali ini pertanyaan paling umum muncul. Banyak orang bertanya padaku kalau sudah lulus mau ngapain? Then I have no answer for this simple question 😥 (mungkin ini yang bikin q belum lulus…gegara kagak ngarti mau ngapain *ngeles aja,,,hehe). Ya dan benar saja aku masih bingung dengan rencana selanjutnya. Kerja, sekolah lagi, nikah (kayaknya tidak dalam waktu dekat ni deh…hahaha) atau apa????? Have no idea about it. Tapi nih ya di masa-masa akhir kuliahku yang terpikir bukan lagi bekerja dan mendapat gaji yang besar atau bekerja dengan posisi atau jabatan tinggi (meskipun pernah terbersit untuk mendaftar di KemenLu…haha tapi entahlah masih bingung) namun yang terbersit dalam fikiranku adalah ingin “kabur” dari kehidupan yang sedang aku jalani dengan lingkungan sekitarku. Jauh dari si A si B dan yang lainnya. Benar benar memulai hidup yang baru.
Kok bahasaku ngeri ya,,,,”kabur”
Ya kita ganti saja. Intinya sih melanglang buana ke negeri antah berantah. Ya, meninggalkan dunia atau lingkungan sekitar dimana sekarang aku berada. Tak harus keluar negeri, yang pasti ke daerah yang belum pernah aku kenal sebelumnya dan tak ada satupun orang yang aku kenal disana. Hanya ada aku dan dunia baru dimana aku harus mampu berjuang seorang diri. Bukan karena aku tidak menyukai kehidupanku saat ini tapi lebih pada cara untuk memperoleh pengalaman baru.
Kehidupan baru dimana aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan tanpa harus peduli pada si A maupun si B dan lainnya. Rasanya seperti ingin hidup di hutan tanpa harus berbagi dengan siapapun atau apapun. Just my own world. Ya memang terdengar egois,,hmmm bukan egois, mungkin malah sangat egois. Hanya mementingkan diriku sendiri dengan keinginan pribadi tanpa mempertimbangkan orang-orang disekitarku saat ini yang menyayangiku dan berjuang untukku.
Aku janji aku melakukannya bukan untuk seumur hidup. Ya aku hanya ingin mengelana hingga beberapa saat saja. Ya setidaknya hingga usiaku 25. Benar-benar ingin melakukan segala macam perjalanan yang menantang. Melakukan segala sesuatu sendiri. Berpindah dari satu tempat aneh ketempat aneh yang lainnya. Menjadi seorang volunteer di negeri antah berantah, mengabdikan diri di daerah yang terpencil hingga tak mampu berkomunikasi dengan kehidupanku sekarang. Not for the whole of my life just for a while. Ya rasanya seperti saat kita sekolah setelah lama duduk dalam kelas ada masanya ingin segera keluar dan menghirup udara bebas yanf namanya istirahat. Istirahat sejenak dari duniaku sekarang untuk sekedar menghirup udara baru di belahan dunia lain entah dimana itu. Aku janji hanya sampai usia 25 saja…selebihnya aku akan kembali pada kewajibanku sebagai seorang anak yang berbakti pada orang tuanga dan seorang adik yang harus berbakti pada kakak-kakaknya. Kembali pada kehidupanku sebelumnya dengan berbagai tanggung jawab social yang melekat padanya..
Ya inilah aku dan keinginanku yang egois
Aku tak tahu akan seperti apa, bagaimna dan kapan semua hal itu akan terjadi namun aku yakin ada masanya aku akan dapat merasakanya. Hidup bebas tanpa harus memikirkan apapun hanya berjalan menikmati perjalanan dan dunia baru
Namun sekali lagi ini hanyalah keinginan egois dari gadis berusia 21 tahun yang tak tahu apa-apa. Bahkan belum bisa mensyukuri dan memahami makna kehidupan yang sesungguhnya…..
Apa yang akan terjadi selanjutnya akupun tak tahu. Kembali lagi segalanya aku serahkan pada Allah. Tak tahu apa yang benar-benar baik bagiku, maka aku hanay mampu berdoa meminta yang terbaik dari-MU ya Allah
😀
New world, someday I’ll visit you wherever you are…

 

*tulisan ini dibuat saat usiaku menyentuh angka 21 😀

jadi bukan refleksi hidupku saat ini hanya sedikit guratan di masa silam

Posted in Guratan Rasa | Leave a comment

Tak Perlu Ragu…

Keraguanku terhadap apa yang telah disampaiakanNYa sebagai kabar baik pernah aku sanksikan dan saat itulah aku terjerebak dalam keraguan-keraguan yang lain. Semestinya hal ini tak harus terjadi, janjiNYA adalah suatu kepastian yang akan terjadi jika aku menaati segala perintah Nya dan tetap istiqomah unjuk berjalan dijalannya…….
Ketakutan sesaat yang saat ini aku alami harusnya tak terjadi, ketakutan yang muncul karena kesanksianku terhadap janjinya. Aku merasa menjadi manusia yang sangat bodoh. Mungkin saat ini terasa berat untuk dijalani tapi harusnya aku yakin dan percaya bahwa selama aku berjalan di JalanNya maka aku akan mencapai kebahagian sejati.
Mungkin jalan yang aku pilih saat ini akan dipandang aneh untuk kebanyakan orang di jaman ini atau bahkan orang orang akan mencemoohku dengan jalan pikiran serta idealisme yang aku anut. Mungkin memang aku belum benar benar menjalaninya, karena terkadang aku merasa bahwa jalan yang aku pilih ini adalah sebuah bentuk keterpaksaan. Atau mungkin bisa dibilang ini bukanlah pilihan tapi satu satunya kondisi yang harus aku jalani. Apapun itu kini aku hanya perlu menjalaninya. Jika pun itu bukan suatu pilihan maka aku berfikir bahwa Allah telah memberikan jalan terbaiknya untuk menjagaku tetap berjalan di jalan-Nya. Mungkin aku akan jadi manusia yang jauh dariNya jika aku diberi kondisi yang lain. Seperti yang banyak terjadi pada orang lain bahkan terjadi pada sahabatku sendiri. Aku merasa bahwa banyak orang yang memilikinya namun kini justru membuat mereka jauh dariNya. Memang tidak semua seperti itu namun akan sangat berbahya jika kitya tak mampu mengontrolnya. Dan aku ragu jika aku memilikinya saat ini, itu juga akan membawaku terjerabak dalam kabahagian dunia semata yang nantinya mungkin akan aku sesali di kehidupan kekal setelah kehidupan ini. Dan itulah yang saat ini coba aku tanamkan dalam diriku agar aku tetap bersyukur atas segala apa yang aku miliki dan atas apa yang diberikan-Nya dalam hidupku.
Menyesal rasanya dalam diri ini ketika aku teringat bahwa aku pernah menipiskan border yang aku buat sendiri. Border yang aku ciptakan untuk melindungi diriku tetap berjalan di jalanNya. Border tebal yang akan menjaga jalan ku untuk tetap berjalan di jalan-Nya. Tindakan yang aku lakukan hanya karena ketakutanku untuk memndapatkan sesuatu yang bersifat duniawi, bahkan mungkin hanya sesuatu yang akan membawaku kejalan syaitan jalan yang akan menjauhkanku dari-Nya.
Keinginan yang seharusnya bisa aku hindari, keinginan yang sebenarnya tidak aku butuhkan. Keinginan yang timbul karena pengaruh sekitar, keinginan yang muncul karena ketakutanku yang berlebih. Kembali lagi ketakutan yang muncul karena aku meragukan Janji-Nya. Mungkin itu manusiawi jika aku takut akan sesuatu tapi jika ini terus berlanjut maka ini bukan lagi ketakutan melainkan suatu bentuk pengingkaranku atas janji yang diberikan-Nya.
Sebenarnya keinginan ini tidak salah, hanya saja saat ini bukan waktu yang tepat. Dan aku tidak ingin mendapatkanya dengan cara yang salah, cara yang mungkin tidak disukai oleh-Nya. Aku ingin mendapatkanya dengan cara yang baik, cara yang diRidhoi-Nya. Agar apa yang aku inginkan dapat aku miliki dengan penuh barokah. Mungkin ini terihat seperti menghibur diri sendiri tapi pada dasarnya ini adalah caraku untuk menguatkan diri agar aku tetap berjalan di Jalan-Nya. Aku akan terus belajar untuk istiqomah berjalan di jalan-Nya. Mungkin saat ini masih ada keraguan yang aku rasakan namun perlahan namun pasti aku akan menemukan kepastian-kepastian atas janji-Nya. Yang perlu aku lakukan saat ini hanyalah menjalani apa yang ada dihadapanku dan terus percaya akan kuasaNya. Dan tanpa menipiskan borderku aku yakin dan percaya bahwa Allah akan memberikanya padaku pada waktu terbaik yang telah Ia tetapkan. Sekali lagi, aku nyataka bahwa tak ada keraguan atas janji-Nya. Mungkin saat ini terlihat berat untuk menjalaninya terlebih menjalaninya sendiri tapi aku yakin Allah senantiasa bersamaku………
Aku berjanji Aku tak akan pernah menipiskan borderku lagi. Sudah terlalu sering aku melakukanya hanya untuk keinginan yang tidak jelas ini. Sudah terlalu sering aku terjerebak dalam rasa yang tidak jelas ini, rasa yang akan membawaku dalam keraguan……. dan sekarang akan kupertebal dan akan ku tumbuhkan selalu kepercayaanku atas JanjinNya……karena yang aku inginkan pada dasarnya hanya mampu diberikan oleh-Nya. Tak ada yang lain yang mampu…………………..
Bismillah………………:D

Posted in Guratan Rasa | Leave a comment

Run Well Alone

Sesekali ingin rasanya aku lari dan menghilang tanpa jejak..
Ingin rasanya hidup sendirian disuatau tempat. Tempat dimana aku bisa bertindak sesukaku tanpa khawatir akan merugikan ataupun menyakiti orang lain….tempat jauh yang tak mampu dijangkau yang lainya. Bosan rasanya ketika harus selalu membaur…..sesekali sepertinya menyenangkan ketika kita hidup tanpa harus mempertimbangkan perasaan orang lain. Namun bukan berarti aku mampu hidup sendiri. Hanya sesekali,,,namun blm pernah terjadi dalam hidupku.
Andai aku mampu lari menjauh dari segala keramaian yang ada, tanpa memikirkan hal hal maupun orang2 yang aku tinggalkan.
Dunia dimana aku bisa Hidup tanpa harus bersikap ramah dengan orang lain. Tanpa harus berusaha mengerti orang lain. Didunia dmana aku bisa bertindak tanpa rasa tidak enak pada siapapun. Di dunia dmana aku tak perlu mengalah pada orang lain.
Menyenangkan jika ada di dunia dmana aku tak perlu mendengarkan kata kata orang, maupun tak perlu berkata2 untuk membuat orang lain mengerti…dunia yang tak memiliki beban akan tanggung jawab mewujudkan harapan orang lain terhadap ku. Dunia dimana aku bisa bnar2 menjadi diriku sendri. Segalanya jadi terlihat menyenangkan jika aku mampu menemukan dunia seperti itu, dunia yang hanya aku yang menghuni tanpa pengganggu satupun. Dunia yang akan berjalan lancar dan menyenangkan jika aku hidup sendiri (sesekali)………………..

Posted in Guratan Rasa | Leave a comment

Harry Potter……

Harry potter,,,,
Banyak orang yg berjuang buat dapat tiket nonton film harry potter yang terakhir (maaf g tahu judulnya…wkwkwk), termasuk saya. Mungkin banyak yang akan mengira kalo saya penggemar harry potter karena saya mau mengantri berjam jam sambil berdiri pula demi tiket itu. tapi maaf, kalian salah. Saya bkan penggemar fanatic harry potter. Terus kalian pasti bertanya2 kalo bkan penggemarnya trs knapa dibela belain ngantri sampe berjam jam????
Gini nich ceritanya,
Awalnya terjadi obrolan iseng dikost antara aku, mb ay, mb pipit and mb aniep.ya tahulah ngobrolin apa…of course euphoria harry potter. Trs tiba tiba salah satu dari kami nyeletuk ngajakin buat nonton bareng. Kalo g salah sich mb ay yang ngajakin (red: dia ngajak nnton soalnya keburu balik aceh n diAceh susah cari bioskop…atau memang g ada ya…hehe ^^V) dan usul ini pun di-Amini yang lainya. Rembug demi rembug terjadi dan akhirnya diputuskan kamis malam kita nonton bareng harry potter stlah shalat taraweh.knapa kamis?soalanya aku keburu balik klaten…wkwkw.
Setelah hari nonton deal akhirnya ini nih hal yang paling bikin repot buat dibahas. Bahasan ttg siapa yang bakal ngantri tiket secara liat berita di tipi aja kalo yang ngantri buat nonton harpot ngeri gila. Rembug punya rembug akhirnya dputuskan aku yang ngantri kamis pagi soalnya mb pipit n mb aniep da urusan di SOBA hari kamis trs mb ay ada janjian kencun(red:konsultasi thesis) ma Prof. JN..tapi aku g bgtu aja mengiyakan,mlas gila kali kalo harus ngantri buat beli tket film yg sbnarnya aku g bgtu suka. Akhirnya aku bilang kalo aku mau ngantri asal ada yg nemenin. Dan yang jadi tumbal berikutnya adalah mb ay karena dia konsul jam 11.hehehehe
Hari H akhirnya dating juga. Sejak rabu malam aku dan mb ay udah brencana buat ngantri di 21 SGM jam 9 pagi. Secara mall yang bersangkutan jga buka jam sgtu. Dg analogi sdrhana kami brfkir bahwa 21 jg bakal buka jam segitu. Alhasil kami berusaha buat bangun pagi di hari kamis (padahal biasanya habis shalat subuh langsung beribadah ditempat tidur mpe siang…hehe maklum puasa). Jam set 8 pagi sdah kudengar teriakn mb ay mengajakq mandi padahal dingin banget tapi ya mau gmna lagi daripada harus ngantri sendri. An Berhasil….akhirnya kami sampai di SGM jam 9(maklum blm pernah beli tiket nonton sndri biasanya nitip ato dapat tiket gratis dr tman yg ngajak nonton..heheh). Hadew masih sepi banget…tapi Alhamdulillah meski masih sepi eskalatornya bisa dgunakan….hingga lantai 2. Ketika sampai di lantai 3 kami menghela nafas, pasalnya eskaltornya rusak dan tdak bisa digunakan terpaksalah kami menyusuri anak tangga manual…cape’ nyo…..tapi taka pa demi tman2..hehe
Sampai kita diatas….hehe tersenyum kecil aku sambil berkata. Alhamdulillah blm ada yang ngantri. Kita yang pertama. Sambil ngebayangin tar paling jam 10 tiket dah ditangan. Karena blm dibuka akhirnya aku n mb ay nyari tempat duduk sambil memantau keadaan. Sambil waktu berjalan jumlah yang ngantri juga makin banyak akhirnya kami tinggalkan singgasana kami yang empuk dan berdiri didepan pintu 21 dan pada saat itu jam mnjukan pukul 10.00. 1 jam penantian..kmudian mb ay harus pergi..dy meninggalkanq seorang dri….:( ( sedih bgt sndri ngantri untung ada beberapa tman yg sms aku jadi ada kesibukan sambil ngantri deh..hehe). antrian makin menggila dan aku makin merasa bosan. Bayangin aja ngantri berjam jam berdiri sendiri pula. Padahal yang lain pada ngantri ma teman ganknya, pacarnya dan ada yang sekeluarga pla.
Ada yang sedikit mengharukan, awalnya aku piker menyebalkan juga sih. Ada sekeluarga yang ngantri mau nonton harpo yaitu anak kecil sktar 3-4 thun gtulah trs ibunya n neneknya.hehe.masih ibu2 muda sih. Awalnya aku mikir ni emak obsesi banget sih buat nonton harpot ngajak ankanya ngantri pla.hadew parahlah bagiku. Tapi ternyata aku salah, yang ngebet nnton ternyata anaknya, meski masih balita(keren dah knal harpot n bioskop).yang membuatku salut pada ibu muda ini adalah dia mau berdiri ngantri tiket buat nonton harpot padahal dia lagi hamil muda. Keren nya perjuangan ibu ini…4 jempol buat anada…hehe. Sebenarnya masih banyak cerita dr pengamatanku menanti harpot slama hamper 3 jam. Tapi kapan kapan aku kpas lagi deh
Kmbali ke masalah penantianku tadi. Pas lagi ngatri smpat dngar selentingan kalo 21 bakal buka jam 12. Hadew malas sklai…..tapi yam au gmana lagi trlanjur ngantri mpe jam 10.50 masak mau colut. Tidak……lagipula aku juga ada tangung jawab ma mb kostq. Mereka dah kasih amanah masa iya aku mau nyerah gtu ja…tentu tidak…aku ttap berjaung dg sabar dan sdkit ngeluh..hehe manusiawi lah….
Akhirnya jam 11.33 pintu di buka, dan smuanya langsung lari menuju loket tiket. Tadinya aku mikir buat jalan aja lah buat apa lari kayak mau dapat jatah raskin aja. Tapi tba2 kakiq ini berlari,,hehe. Terbawa euphoria mungkin. Dan saya dapat antrian no 4. Hehe lumayanlah. Sambil ngantri saya berpikir. Untung tadi saya lari kalo g lari bakal berdiri jauh lbh lama lagi…
Finnaly I’ve got the tickets..hehe
Ini deritaku apa deritamu…(halah malah koyo iklan). Btw meski ngantri tapi aku happy lah. Bkan karena aku bsa nonton harpot tapi karena aku bisa bantu tman2q yang pengen nonton harpot…..

 

Posted in my life my journey my story | Leave a comment

Cara Terbaik Menyelesaikan Masalah adalah dengan Menghindarinya

Solo, April 2011
01.27 AM

Orang bilang hidup ini penuh dengan masalah… ya memang dalam hidup ini kita selalu dihadapkan dalam berbagai masalah. Aku yakin tak ada seorangpun di dunia ini yang tak memiliki masalah selama menjalani kehidupan. Bisa jadi itu adalah masalahnya. Jadi sudah pasti punya masalah kan??hehehhe
Tiap manusia memiliki masalah yang berbeda beda, tingkatan masalahnya pun sudah pasti berbeda antara satu orang dengan orang lain. Hidup ini penuh dengan masalah namun jangan sampai kita stress dalam menjalani hidup yang bermasalah. Kalau kita jadi stress gara-gara masalah yang harus kita hadapi maka hidup kita akan jadi penuh dengan tekanan dan kita bisa jadi benar benar stress.
Tiap orang memiliki caranya masing masing dalam menghadapi serta menyelesaikan masalah yang muncul dalam hidupnya. Terkadang masalah yang sama membutuhkan penyelesaian yang berbeda bagi orang yang berbeda. Namun bagiku “cara terbaik menyelesaikan masalah adalah dengan menghidari masalah”……….
Mungkin terdengar seperti pengecut namun sebenarnya ini memanglah cara terbaik yang bisa kita lakukan. Jika kamu terjemahkan kalimat ini secara dangkal, maka kamu akan berfikir bahwa aku hanya seorang manusia pengecut yang lari dari masalah. Atau pengecut yang tak sedikit memiliki keberanian, kemauan maupun kemampuan dalam menyelesaikan masalah. Bagiku itu tak masalah jika orang orang beranggapan dangkal seperti itu. Opini orang terhadap orang lain mencerminkan kedalaman berfikir mereka dalam merespon sesuatu. Jadi jika mereka berfikir seperti diatas maka dapat dipastikan mereka adalah orang orang picik yang berfikir dangkal tanpa menganalisisnya lebih lanjut.
Namun respon serta opini yang berbeda akan muncul dari mereka yang mampu berfikir lebih dalam. Mereka akan berfikiran sama denganku bahwasanya cara terbaik menyelesaikan masalah adalah dengan menghindari masalah. Jika kita mau berfikir lebih dalam maka hasil pemikiran kita terhadap ide dari menghindari masalah bukanlah lari atau kabur dari masalah yang kita hadapi, melainkan lebih berarti pada tindakan ataui sikap kita terhadap sumber sumber masalah yang akan muncul. Jadi menghindari masalah memiliki makna bahwa kita harus menjauhi masalah masalah yang mungkin akan timbul bukan menghindari masalah ketika masalah sudah timbul. Kita harusnya memiliki sense of crisis yang akan memberi tahu kita sumber sumber masalah sehingga masalah masalah yang mungkin akan timbul mampu kita antisipasi sebelum masalah itu benar benar terjadi. So, we do not need to face the problem, don’t we?
Dan inilah yang saat ini aku lakukan. Menarik diri dari peredaran, menepi dari hiruk pikuk yang ada serta bertapa untuk mencari ketenangan. Mungkin saat ini banyak orang yang berfikir bahwa aku terlalu sensitive terhadap apa yang sedang terjadi di sekitarku namun aku merasa bahwa ini adalah cara terbaik untuk memproteksi diriku. Terdengar aneh,namun aku yakin apa yang aku takutkan akan terjadi jika aku tetap berbaur dalam keramain itu. Aku merasa bahwa ini adalah cara terbaik yang mampu aku lakukan. Aku tak mau terjebak dalam keadaan yang hanya kan menyakiti diriku sendiri. Lebih baik aku segera menghindar dan pergi jauh sebelum masalah itu benar benar datang dan merusak ketenangan yang aku miliki.
Aku tahu kemampuanku dan besarnya masalah yang akan kau hadapi jika aku bertahan dalam keramaian ini. Aku tak mau ambil resiko karena aku tak yakin aku akan mampu mengontrol diriku jika aku bertahan. Jadi bagiku cara terbaik untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan menghindarinya karena tanda tanda masalah itu telah muncul, menghindar agar masalah itu tak muncul. Aku tak mau menunggu sampai masalah itu benar benar tumbuh subur dalam hidupku. Karena aku yakin aku tak akan mampu menyelesaikanya, bertahanpun aku takkan mampu…….
Akan lebih mudah bagiku untuk menarik diri dari keramaian itu dari pada aku harus bertahan dalam keramaian yang terlihat menyenangkan namun justru akan menyeretku dalam pusaran masalah. Mungkin aku terlihat seperti orang yang ketakutan pada hal yang belum pasti terjadi, namun bagiku antisipasi ini lebih baik aku lakukan dari pada nantinya aku menyesal karena aku terjebak dalam masalah yang aku takutkan itu.
Aku merasa benar benar tak mampu mengontrol diriku jika aku masih bertahan. Kalaupun aku harus membasmi sumber sumber masalah itu aku yakin, justru akan menambah masalah yang ada. Karena memang sumber sumber itu tak akan merasa bahwa mereka akan menimbulkan masalah dalam hidupku. Jadi Aku tak mau memperkeruh keadaan dengan tindakan bodoh yang frontal terhadap mereka. Yang saat ini mampu aku lakukan adalah menghindar dan bersembunyi. Bersembunyi memang bukanlah cara yang baik untuk menyelesaikan masalah yang akan muncul, namun dengan bersembunyi aku mampu mengontrol diri dan menghindari terjadinya masalah yang lebih besar.
Masalah ini muncul dari diriku sendiri jadi akan lebih mudah jika aku yang menyelesaikannya, karena pada dasarnya ini hanyalah masalah konflik batin. Konflik batin atas ketakutan yang mungkin akan terjadi. Ketakutan yang muncul karena kehadiran seseorang. Aku belum mampu menentukan sikap jika aku benar benar harus menghadapinya…Terlalu banyak keraguan yang muncul. Sembari menghindar dan bersembunyi dari keramaian ini aku pun memikirkan langkah apa yang harus aku lakukan agar aku tak terjebak dan aku tak menyakiti diriku sendiri maupun orang lain.
Memang benar cara terbaik menyelesaikan masalah adalah dengan menghindari masalah. Aku telah melakukanya beberapa hari terakhir ini dan aku merasa lebih baik. Aku menemukan ketenangan dalam masa masa itu dan kini aku siap kembali dalam keadaan yang lebih baik. Meski masih gamang dalam melangkah setidaknya aku sedikit lebih tenang dan aku mampu mengontrol diriku…aku benar benar tak mau terjerebak lagi….
Ya Allah jagalah hambamu yang lemah ini serta kuatkanlah hamba dalam perjalanan ini….amin

SemangGi…….
SemangKA…..^^v

Posted in Guratan Rasa | Leave a comment

Berawal dari Tidak Ada dan Akan Kembali Tidak Ada

“Bukankah hidup ini pada mulanya juga kita tak memiliki apa-apa. Lalu untuk apa kita risau akan kehilangan sesuatu yang kita miliki atau sesuatu yang menurut kita akan menjadi milik kita. Toh bukankah rejeki tak akan pernah tertukar. Lalu kenapa pula kita harus membuang waktu untuk merisaukannya?. Tenanglah nak Allah tahu yg terbaik bagi kita tak perlu risau dengan apa yang akan terjadi didepan kita. (backssound: que sera sera whatever will be will be, not future is not our to see que sera sera)”
Ya tepat sekali kalimat kalimat itu. tak perlu kita merisaukan apa yang akan terjadi di masa depan. Bukankah apa yang terjadi di masa depan adalah hasil dari apa yang kita lakukan saat ini. Jadi bukankah lebih baik kita focus pada apa yang kita lakukan saat ini. Cukup menjalani peranan kita saat ini dengan sebaik-baiknya maka masa depan yang baikpun pasti akan kita jumpai seberat apapun yang kita kerjakan saat ini. Bukan berarti risau dan galau itu g perlu lho ya. Risau dan galau itu perlu juga yang g perlu itu menanggapinya dengan berlebihan. Dalam masa-masa seperti itulah kita akan banyak belajar selama kita mampu meresponya dengan baik. Dan saat kita mampu melakukanya maka saya rasa resistensi kita terhadap kegalauan akan meningkat.
Ada pepatah lama mengatakan bahwa “there is a rainbow after the rainy or even the stormy day”. Yups aka ada pelangi setelah hujan ato badai. But sometimes not all people can realize it. Ya dan g semua orang mampu menyadarinya. Begitupula dalam hal ujian hidup. Pelangi tak akan pernah muncul dalam hidup mereka selama mereka hanya bisa menjalaninya dengan mengeluh dan mengeluh. Masa suram adalah masa dimana Allah memberikan banyak pelajaran hidup selama kita mau membuka mata dan hati serta pikiran kita. Bukankah agama kita ini hanyalah bagi mereka yang mau berfikir? Yang perlu kita lakukan dalam masa suram hanyalah menjalaninya dengan sebaik baiknya penuh dengan rasa ikhlas dan saabar. Dan yang utama adalah selalu berkuznudzon pada Allah. Bukankah Allah memberikan segala sesuatu berdasarkan prasangka hambaNYA?
Nah sekarang saatnya kita mengoreksi diri. Bukan hanya menuntut Allah ketika masa suram menghampiri. Mari saling kita melihat lebih dalam pada diri kita masing-masing. Jalankanlah segala peranmu dengan baik, apapun itu. selama segaalnya di jalan Allah maka tak ada yang perlu kau risaukan lagi.

Posted in Guratan Rasa | Leave a comment